22 Februari 2009

Generasiku kini.....

Generasi itu sudah harus ku kirimkan sekarang, kukirimkan padamu, untuk membantumu. Membantu apa saja. Yang pasti. Mendukung dakwah kita di sana. Bagaimana kabarmu sobat? Sudahkah kau menghasilkan generasi peradaban di masamu? Atau minimal kau sudah menciptakan dirimu sebagai generasi peradaban. Ingat janji kita kan, sobat? Kita harus menciptakan generasi yang militan seperti generasi pertama islam, yang mana mempunyai murabbi yang luar biasa, sangat luar biasa. Dan aku yakin, kita mampu untuk menciptakan generasi seperti itu.
Gimana kabar kader kita? ada berapa kader si, yang merasa aman di JS? Ada berapa kader si, yang mampu untuk bergerak mengikuti percepatan gerak dakwah kita sekarang? Mampu kah kita menciptakan kader yang seperti itu? Kader yang senantiasa, akan tetap pada visi yang diusungnya diawal. Kader yang senantiasa mengikuti misi yang perlahan harus ia sampaikan diawal. Ayo sobat, berangkatlah dari semangat itu, kau harus melihat semangat itu.
Seperti kata2 sebelumnya. Apapun yang kau punya, apapun yang kau miliki. Aku akan senantiasa, mendukungmu, selagi diri ini masih mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
Aku akan terus menjadi, sahabatmu, yang senantiasa menjagamu selalu... dari apapun. Meski aku tahu, bahwa aku hanya seorang manusia, yang memang banyak sekali keterbatasan. Tapi aku akan selalu bersamamu, selagi kau mau dan mampu denganku. Apapun yang terjadi, kita kan selalu bersama, meski dirimu sudah tidak lagi disisi.
Apakah kebersamaan dan keindahan persahatan kita hanya sebatas disini? Sebatas berinteraksi secara fisik, entahlah... yang pasti, meski kau jauh, aku tetap merasakan dirimu ada disini. Daun itu masih tetap hijau, meskipun ia berulang kali melakukan fotosintesis. Kau tahu sobat, itulah persahabatan kita. sejauh manapun kita berkontribusi, itu tidak akan menjadikannya sebagai halangan. Halangan yang akan menghalagi kita dari jejak berkontribusi dalam dakwah.
Apapun yang kau lakukan sobat, yakinkan itu adalah yang terbaik, baik untukmu, maupun untuk saudaramu. Itu hanya pesan biasa, tapi sungguh mengandung makna luar biasa. Bagaimana persahabatan itu merupakan kata kunci untuk kita bersatu menghancurkan musuh kita.
Indahnya persahabatan kita. hmm, subhanallah...

Tidak ada komentar: